CIREBON– Bertempat di lapangan sekolah, civitas akedemika SMPIT Bina Ummah, memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-79, dengan tema “Nusantara Baru Indonesia Maju”, Sabtu (17/8) pagi.
Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Ustadz H. Ahmad Musyafa’, Lc.M.Pd.I selaku kepala SMP IT Bina Ummah.
Peserta upacara berpakaian seragam sekolah, dilengkapi dengan syal Palestina, sebagai bentuk spirit dukungan terhadap perjuangan Bangsa Palestina, untuk mendapatkan kemerdekaan dari penjajahan. Setelah upacara juga dilakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk disalurkan kepada Palestina.
Upacara Bendera pada momentum ini, sangat berbeda dengan upacara bendera biasa. Pasukan pengibar bendera menggunakan kostum khusus, bernuansa merah putih. Jumlahnya pun sangat banyak, tetapi tetap kompak dan kombinasi yang indah.
Selanjutnya, Ustadz H. Ahmad Musyafa, selaku inspektur upacara menyampaikan amanatnya, “Di era modern seperti saat ini, ternyata masih ada Negara yang dijajah yaitu Palestina. Ironisnya, Palestina justru merupakan negara pertama yang mengakui Kemerdekaan Indonesia, disusul kemudian oleh negara-negara lain di timur tegah. Hingga saat ini, Palestina masih dibawah penjajahan Zionis Israel”.
Itulah mengapa Bangsa Indonesia serius, memberikan dukungan dan terus mengokohkan hubungan baik dengan Bangsa Palestina, sampai kemudian diabadikan di dalam pembukaan UUD 1945, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak perikemanusian dan perikeadilan.
Indonesia ikut serta dalam menertibkan ketertiban dunia, mewujudkan ketertiban dunia, dan mengahapuskan penjajahan diatas muka bumi ini.
Maka Indonesia berkomitmen membangun hubungan erat dengan Bangsa Palestina, dan bukan hanya saat ini saja dimulai, namun bahwal sejak Presiden pertama Ir. Soekarno mengatakan pada Tahun 1969, “Selama kemerdekaan Bangsa Palestina belum diberikan kepada Rakyat Palestina, makan selama itulah Bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.” Kutip perkataan Bung Karno. (L)




